The Man Who Can’t Be Moved

September 24, 2009
I know it's beautiful, but not as beautiful as you are

I know it's beautiful, but not as beautiful as you are

Going back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag I’m not gonna move
Got some words on cardboard, got your picture in my hand
saying, “if you see this girl can you tell her where I am”

Some people try to hand me money, they don’t understand
I’m not broke I’m just a broken hearted man
I know it makes no sense but what else can I do
How can I move on when I’m still in love with you

Cause If one day you wake up and find your missing me
and your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinkin’ maybe you’ll come back here to the place that we’d meet
And you’ll see me waiting for you on our corner of the street
So I’m not moving, I’m not moving

Policeman says, “son you can’t stay here”
I said, “there’s someone I’m waiting for if it’s a day, a month, a year”
Gotta stand my ground even if it rains or snows
If she changes her mind this is the first place she will go

Cause If one day you wake up and find your missing me
and your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinkin’ maybe you’ll come back here to the place that we’d meet
And you’ll see me waiting for you on our corner of the street
So I’m not moving, I’m not moving,
I’m not moving, I’m not moving

People talk about the guy that’s waiting on a girl
There are no holes in his shoes but a big hole in his world

Maybe I’ll get famous as the man who can’t be moved
Maybe you won’t mean to but you’ll see me on the news
And you’ll come running to the corner
cause you’ll know it’s just for you
I’m the man who can’t be moved


All the thank you’s in the world would never be enough to thank all of you for the wonderful achievement

September 9, 2009

Praise and gratitude the presence of Allah Swt. for any favors, guidance and wisdom which He gave to the author in order to complete this final project in a timely manner.

This final project was undertaken in order to fulfill one of the graduation requirements in the curriculum of School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung. By completing this final project, the author would like to thank:

1. Ir. Leo Aldianto, MBA as the final project advisor for the time and guidance given in the creation of this research.

2. The author’s beloved parents, (late) R. Hamim Penna and especially the author’s mother Steffie Joan H. Penna for the support and praises she has given to the author to finish this research in a timely manner and for being the best mother in the world.

3. The author’s beloved siblings, Firman Schrijver and Maria Agustina also their children Richard, Christa, Ryan and Yobel; Buddy Schrijver and Hamdani V. Soeradinata; Tite Hamim and Tommy Soetomo also their children Radityo, Karina, Rashad, Irfan and Arie for always supporting in many ways to the author.

4. The author’s beloved uncle and aunt, (late) R. Sukarna Achjad and Hj. Tuti Sukarna for her continuous roles and support throughout the years.

5. The author’s beloved cousins, Anna Perdanasari and Emir Faisal also their children Ake and his wife Desi not to mention their amazing children Pazia and Saladin, Medie and his wife Ismi, and Bebe; Meta Endang Haryati and Ronny Roselli also their children Tessa, Anya, Adha and Ikki; Sita Erna Gustini and Chayat Ibrahim also their son Wiby; Maya Satwikayanti and Mauriza Danubrata also their children Ila, Asya and Zaki.

6. Class of 2008 for their continuous support and never ending spirit to work through this final project hand in hand.

7. Colleagues from Satoe Indonesia, especially Adityo Wicaksono, S.Mn, Mandala Widi Muchlis, S.Mn, Siti Ruby Aliya Rajasa, S.Mn, Derry Pramudia, S.Mn, Radeya Pranata, S.Mn, Andina Putri Badri, S.Mn and everyone else within this organization for their support that help the author to finish this final project in a timely manner.

8. People of Papakmanggu, Desa Cibodas and Gambung, Desa Mekarsari both in Kecamatan Cisondari, Kabupaten Bandung, West Java for the love and compassion shared during the author’s 3 years conduction of community development in both villages.

9. The Dago Asri family whom have given the author fully support and kindness within friendship during the author’s 4 years settlement in Bandung.

10. The Vila Duta family whom have given the author fully support and being such wonderful neighbors in Bogor.

11. Everyday People: Anggun, Ryan, Inta, Bram, Agita, Adeng, Dini, Iyang and Krisna for the beautiful friendship within the years of accomplishment of this final project and also support given to the author without hesitation.

12. Tahu Logay 2005 SMA Negeri 1 Bogor family for all the support and lifetime friendship.

13. Special thanks and the utmost respect the author would give to his second cousin Pramadhi Danubrata and Trisana Danubrata also their lovely children Diamanta and Kazanda for all the shared thoughts and family values given to the author.

14. Prayers and gratitude as the author would give and present this final project to his beloved second cousin (late) Rayasari Danubrata also her children (late) Ramada Sugiri and (late) Damara Sugiri for the unconditional love and wisdom shared to the author during their lifetime in the past.

15. Others whom have helped but could not be written one by one.

The author is well aware of the imperfections of this research. Thus, the author is very open towards critics and recommendations that might enhance this research from the readers. The author hopes that this research will be useful for all of us.

Bandung, September 2009

Author

Officially Rizki Nugraha Hamim, S.Mn - 9/9/2009 at 9:29 A.M.

Officially Rizki Nugraha Hamim, S.Mn - 9/9/2009 at 9:29 A.M.


Kondisi Kerusakan Rumah Pintar – Gambung, Ciwidey

September 5, 2009

Gempa 7,3 SR yang terjadi pada Rabu (2/9) sore lalu juga mengakibatkan rusaknya beberapa infrastruktur di Kp. Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Cisondari – Ciwidey, Kab. Bandung.

Salah satu yang terkena dampak dari gempa tersebut adalah Rumah Pintar Gambung yang dikelola oleh Satoe Indonesia, organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa/i Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB dan sejak tahun 2006 sudah melakukan berbagai aktifitas pengembangan masyarakat di daerah tersebut selain tentunya mendirikan Rumah Pintar di Kp. Papakmanggu, Desa Cibodas, Kecamatan Cisondari – Ciwidey, Kab. Bandung. Program Rumah Pintar ini sendiri merupakan hasil kerja sama dengan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) yang fokus dalam bidang pendidikan non-formal bagi anak-anak usia dini serta pengembangan bisnis sosial masyarakat dengan tujuan meningkatkan income generate masyarakat di dua daerah tersebut.

Adapun berbagai kerusakan yang dialami oleh Rumah Pintar Gambung dapat dilihat melalui gambar-gambar dibawah ini.

Kondisi atap yang hancur sebagian

Kondisi atap yang hancur sebagian

Bagian pondasi Rumah Pintar yg mengalami kerusakan

Bagian pondasi Rumah Pintar yg mengalami kerusakan

Retak pada kamar mandi Rumah Pintar

Kerusakan pada kamar mandi Rumah Pintar

Unit komputer yang rusak

Unit komputer yang rusak

Rumah Pintar dijadikan pospo perawatan korban luka-luka

Rumah Pintar dijadikan posko perawatan korban

Karena lokasinya yang berdekatan dengan lapangan di Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, maka Rumah Pintar juga dijadikan tempat penampungan sementara bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal terutama para wanita dan anak-anak.

Bagi teman-teman yang ingin membantu Satoe Indonesia dalam penanganan musibah gempa 7,3 SR di Ciwidey khususnya di Kp. Gambung, Desa Mekarsari, Kec. Cisondari, Kab. Bandung dapat menyalurkan donasinya melalui Rekening Satoe Indonesia BCA 2821530506 a.n. Hanel Topada Era Tania

Sedangkan bagi teman-teman yang ingin memberikan bantuan berupa barang, dapat ditujukan ke alamat dibawah ini.

UP: Satoe Indonesia

Gedung SBM ITB Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132 Indonesia

Dengan demikian bantuan berupa barang dapat dikumpulkan untuk
kemudian disalurkan ke dua lokasi Rumah Pintar yang terkena dampak gempa (Gambung & Papakmanggu) di Ciwidey.

Mekanisme penyaluran bantuan di lapangan, terutama bantuan2 dr Satoe Indonesia – ITB & pihak2 yg bekerjasama (external partnership) dikoordinasikan antara Pengurus Rumah Pintar & aparat pemerintahan desa (berlaku di Gambung & Papakmanggu)

Utk contact person dari Satoe Indonesia – ITB dpt menghubungi:

Audiansha +6285710023355

Nizar +62817876156

Vira +6285722817700


[UPDATE] Bantuan untuk Rumah Pintar di Gambung & Papakmanggu

September 5, 2009

Hari ini Jumat (11/9) saya mendapatkan kabar yang cukup menggembirakan karena berdasarkan keterangan Pak Maman (Koordinator Pengurus Rumah Pintar Gambung), sekitar 80% warga masyarakat yang mengungsi pasca gempa hari Rabu (2/9) lalu sudah mulai kembali ke rumah masing-masing. Adapun warga yang masih tersisa masih menempati posko-posko maupun tenda-tenda yang memang masih berdiri sebagai backup bagi para relawan yang bekerja disana.

Kepada seluruh pihak yang telah membantu Satoe Indonesia dalam rehabilitasi para korban gempa baik di Gambung, Desa Mekarsari maupun Papakmanggu, Desa Cibodas saya mewakili teman-teman di Satoe Indonesia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga amal ibadah serta keikhlasan pihak-pihak yang membantu kami mendapatkan balasan yang melimpah dari Allah Swt. Amien.

Berikut adalah progress bantuan untuk masyarakat Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Cisondari, Kab. Bandung:

UPDATE BANTUAN YANG TELAH DIBERIKAN (11/9)

Selasa (8/9)

  • Makanan-makanan anak (susu, biskuit, sereal, dll.) diserahkan kepada Pengurus Rumah Pintar; makanan-makanan instan (Beras, indomie, dll.) diserahkan langsung ke Posko Desa. Bantuan diberikan oleh Jabar Peduli.
Rabu (9/9)
  • Makanan untuk warga dan anak2 dari BEM Universitas Swasta se-Bandung Raya (Unpas, LPKIA, dll.)
Kamis (10/9)
  • Kunjungan / survey dari Rotary Club
  • Kunjungan / survey dari FK3I (Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia)
  • Kunjungan / survey dari FKG Universitas Padjajaran

Berikut adalah progress bantuan untuk masyarakat Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Cisondari, Kab. Bandung:

UPDATE BANTUAN YANG TELAH DIBERIKAN (8/9)

Sabtu (5/9)

  • Tenda x 1bh dari Koramil
  • Makanan instan dari SMA/SMEA di Ciwidey
  • Makanan instan + beras dan wajan, teko, dll. dari Advisor Satoe Indonesia
  • Bantuan tenaga medis dari Puskesmas Kecamatan Cisondari (jadwal sampai pkl. 17.00 WIB)

Minggu (6/9)

  • Penggalangan dana di alun-alun Ciwidey oleh Wanareksa dan EO Cemara
  • Pendirian posko oleh mahasiswa/i UNISBA
  • Selimut x 170bh dari [J-TUG] Jakarta Twitter User Group
  • Kunjungan dari Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Bandung
  • Bantuan tenaga medis dari Puskesmas Kecamatan Cisondari (jadwal sampai pkl. 17.00 WIB)

Senin (7/9)

  • Bantuan pengobatan dari PT. Indosat tbk
  • Makanan untuk anak-anak dari SMA/SMEA di Ciwidey
UPDATE BANTUAN YANG DIBUTUHKAN (8/9)
  • Pengurus Rumah Pintar Gambung & para relawan yang membantu disana untuk saat ini akan fokus pada pemulihan kondisi anak-anak korban gempa hari Rabu (2/9). Sehingga yang dibutuhkan termasuk diantaranya adalah peralatan edukasi sbg sarana permainan & hiburan bagi anak-anak tersebut.
  • Makanan bagi balita & bayi termasuk diantaranya susu, dll. hal ini dikarenakan jumlah korban balita & bayi secara keseluruhan mencapai 521 jiwa.
  • Logistik / makanan untuk para Pengurus Rumah Pintar Gambung & Pengurus Rumah Pintar Papakmanggu (yang saat ini sudah bergabung dan membantu korban2 di Gambung) serta para relawan individu yang sehari2 melakukan aksi sosial dan memberikan bantuan bagi para korban gempa di Gambung. Jumlah keseluruhan adalah 20 orang.
  • Stok makanan untuk warga masyarakat dewasa dapat di-pending terlebih dahulu, termasuk makanan instan, dll. hal ini dikarenakan stok makanan untuk mereka masih dirasa mencukupi kebutuhan sementara.
  • Bantuan berupa baju-baju bekas belum diprioritaskan apabila dilihat dari kondisi para korban gempa, karena mereka lebih memerlukan selimut, obat-obatan dan tenaga medis di malam hari karena tenaga medis yang ada dari Puskesmas Kecamatan Cisondari hanya standby sampai pukul 17.00 WIB.
Apabila teman-teman ingin langsung membantu, baik berupa barang maupun tenaga dalam hal ini para relawan dan dikirimkan langsung ke Gambung, Desa Mekarsari, Kec. Cisondari, Kab. Bandung, dapat berhubungan langsung dengan PIC di lapangan (Gambung) dengan menghubungi:
  • Pengurus Rumah Pintar Gambung
  1. Sendi (+6285659925807)
  2. Sigit (+6285720537594 / +628978386694)
  • Pengurus Rumah Pintar Papakmanggu
  1. Rohmat (+6281395038808)
Sedangkan bagi teman-teman yang ingin memberikan bantuan melalui Satoe Indonesia berupa barang dapat mengirimkan ke alamat:
  • UP: Satoe Indonesia – Gedung SBM ITB, Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132 Indonesia
Hal ini untuk memudahkan koordinasi pengiriman barang, terutama barang-barang dari luar kota Bandung yang nantinya akan dikumpulkan oleh Pengurus Satoe Indonesia dan dikirimkan ke Gambung. Untuk koordinasi, teman-teman dapat berhubungan langsung dengan para pengurus Satoe Indonesia:
  • Audiansha – President Satoe Indonesia (+6285710023355)
  • Mevira Munindra – VP External Partnership Satoe Indonesia (+6285722817700)
  • Yasmin Rasyid – VP Corporate Communication Satoe Indonesia (+6283890005333)
Bantuan berupa donasi dpt disalurkan melalui nomor rekening Satoe Indonesia: BCA 2821530506 a.n. Hanel Topada Era Tania
Terima kasih,
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Informasi ini kami dapatkan dari pihak Satoe Indonesia yang mengelola Rumah Pintar di dua daerah yang juga terkena dampak gempa

Kondisi di lapangan Gambung & Papakmanggu pasca gempa

Masyarakat Gambung mendirikan tenda

Masyarakat Gambung mendirikan tenda

Rumah warga Gambung yang hancur akibat gempa

Rumah warga Gambung yang hancur akibat gempa

*Lokasi: Kp. Gambung, Desa Mekarsari, Kec. Cisondari, Kab. Bandung – Jawa Barat

- 19 titik penampungan sementara (9 dkt lokasi Rumah Pintar)

- 5.661 jiwa yg mengalami kerugian materiil / non-materiil

- Korban luka2 dr seluruh desa / 13 RW = 9 orang

- Rumah rusak parah 145

- Rumah rusak ringan 396 (sementara)

Bantuan yg dibutuhkan:

- Tenda

- Makanan: makanan bayi, susu bayi, sembako

- Tabung oksigen (byk warga yg shock)

- Obat2an (obat luka terutama)

- Penerangan (lampu sorot, kabel2, senter)

Kerusakan Rumah Pintar (sesuai laporan Pak Maman koor. Pengurus)

- Genteng sktr 30 bh pecah

- Komputer 1 unit

- Tiang bangunan (kayu) retak

- Pondasi beton rusak

- Kamar mandi dindingnya retak & pintunya rusak

*Lokasi: Kp. Papakmanggu, Desa Cibodas, Kec. Cisondari, Kab. Bandung – Jawa Barat

- 5 titik penampungan sementara yg dekat lokasi Rumah Pintar

- Rumah rusak berat & ringan (overall) ada 15 yg dekat lokasi Rumah Pintar

- data2 lainnya menyusul nanti pagi, secara umum kerusakan & kerugian lebih minim dibanding Gambung

Bantuan yg dibutuhkan:

- Tenda

- Makanan (sembako)

- Obat2an (obat luka terutama)

- Penerangan (lampu sorot, kabel, senter)

Kerusakan Rumah Pintar (sesuai laporan Pak Rohmat koor. Pengurus)

- tidak ada

*Mekanisme penyaluran bantuan di lapangan, terutama bantuan2 dr Satoe Indonesia – ITB & pihak2 yg bekerjasama (external partnership) dikoordinasikan antara Pengurus Rumah Pintar & aparat pemerintahan desa (berlaku di Gambung & Papakmanggu)

*Bantuan berupa donasi dpt disalurkan melalui nomor rekening Satoe Indonesia: BCA 2821530506 a.n. Hanel Topada Era Tania

*Utk contact person dari Satoe Indonesia – ITB dpt menghubungi:

Audiansha +6285710023355

Nizar +62817876156

++++++++++++++

Bantuan yg sdh diberikan utk Gambung & Papakmanggu sejauh ini

*Lokasi Gambung

- Satoe Indonesia:

4 dus indomie, beras 5 kg, 20 kaleng sarden, abon sapi 14 bh

- Koramil:

Tenda pleton

*Lokasi Papakmanggu

- Satoe Indonesia:

2 dus indomie, beras 5 kg, 20 kaleng sarden, abon sapi 14 bh

Sejauh ini hal2 diatas adalah bantuan yg kami ketahui atau baru dapat diinventarisir. Apabila melihat daftar kebutuhan di daftar kondisi yg saya sampaikan sebelumnya, jelas bahwa bantuan kepada masyarakat masih minim.

View Original Article

Bagi yg juga ingin membantu Satoe Indonesia berupa barang dapat dikirimkan ke alamat dibawah ini.

UP: Satoe Indonesia

Gedung SBM ITB Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132 Indonesia

Dengan demikian bantuan berupa barang dapat dikumpulkan untuk
kemudian disalurkan ke dua lokasi (Gambung & Papakmanggu) di
Ciwidey.

Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

UPDATE BANTUAN YG TELAH DIBERIKAN (4/9):

- Jakarta Twitter User Group (J-TUG):

Tenda 2 bh

- Satoe Indonesia:

Tambahan makanan2 instan

- Koramil:

1 Tanki air bersih

- Pemkab Bandung:

10 tenda terpal (tentatif menunggu keputusan Bupati)

UPDATE BANTUAN YG DIBUTUHKAN (4/9):

- Obat-obatan (Flu, batuk, rematik & penyakit2 pasca bencana)

- Tenaga medis

- Selimut / sarung

- Makanan bayi & susu bayi


Get to know yourself better… Yes, it’s (shockingly) true…

May 19, 2009

I woke up quite early this morning and while I was viewing Audi’s blog there was something interesting that caught my eye. It was actually his post on the blog about one quiz he filled out.

Then I decided to fill it out too, while at the same time I was as confused as him, as he mentioned like this: “Pertanyaan-pertanyaanya membingungkan tapi hasilnya bisa dibilang 90% bener. Scary huh?” (You’re damn right di! Hahaha). So here’s the link as I’d share it with you guys.. You should try it too.. Get to know yourself better ! Below is my result.. What’s yours?

Your view on yourself:

You are down-to-earth and people like you because you are so straightforward. You are an efficient problem solver because you will listen to both sides of an argument before making a decision that usually appeals to both parties.

The type of girlfriend/boyfriend you are looking for:

You are not looking merely for a girl/boyfriend – you are looking for your life partner. Perhaps you should be more open-minded about who you spend time with. The person you are looking for might hide their charm under their exterior.

Your readiness to commit to a relationship:

You prefer to get to know a person very well before deciding whether you will commit to the relationship.

The seriousness of your love:

Your have very sensible tactics when approaching the opposite sex. In many ways people find your straightforwardness attractive, so you will find yourself with plenty of dates.

Your views on education

Education is very important in life. You want to study hard and learn as much as you can.

The right job for you:

You’re a practical person and will choose a secure job with a steady income. Knowing what you like to do is important. Find a regular job doing just that and you’ll be set for life.

How do you view success:

You are confident that you will be successful in your chosen career and nothing will stop you from trying.

What are you most afraid of:

You are concerned about your image and the way others see you. This means that you try very hard to be accepted by other people. It’s time for you to believe in who you are, not what you wear.

Who is your true self:

You are full of energy and confidence. You are unpredictable, with moods changing as quickly as an ocean. You might occasionally be calm and still, but never for long.


Personal Mission Statement

February 25, 2009

I was checking out my old files on my external hard-disk when suddenly I found this personal mission statement. It was made as a part of my own presentation during my campaign running for presidency of Satoe Indonesia Organization 2007-2008 period.

I will – be a very optimistic person no matter what situation I’m involved into
I will – always be proud of my mother and try to give all the best out of me for her
I will – remember my father as my missing stone in my life
I will – try to do things as hard as I could, performing super plan to gain super result
I will – be memorized by people as someone that brings joy and happiness to others
I will – conduct every actions in my life under God’s will
I will – run my life, staying alive in this one and only chance being able to living life with its dynamic process
I will – spread my kindness to others in need
I will – try to understand people in order for them to understand myself
I will – try to conduct my life at my best effort in order to be a meaningful person
I will – always keep in my top priority that pursuing a meaningful life is more important than happiness
I will – try being honest at all cost in every condition in life
I will – try to build trust among people around me
I will – maximize my effort to achieve the perfectness in life although there’s no such thing as perfectness itself, at least at my best

You should also try making one personal mission statement, using Franklin Covey’s Mission Statement Builder

Comments are welcome as a respond to this post I’ve created. Thanks.


Improve Your BlackBerry Now !

September 9, 2008
My BlackBerry 8820 with color trackball !

My BlackBerry 8820 with color trackball !

We all know that BlackBerry is definitely an amazing gadget that has become such a major hype throughout the world. But do we all know what’s beyond BB rather than just a tool to connect you with people around you?

Yes I do love the BB Messenger, Push-Email Technology, etc. but still there’s actually more than that in BB.

Well, for me BB is not just that kind of tool. It simply can help us to personalize ourselves within.

So why don’t you improve your knowledge and personalize your BB to be exactly what YOU want it to be??

I’m here to offer you various services:

*Main Services
1. System Software Update and installation
2. Change your trackball color (It’s actually kinda’ cool !)
3. Useful Themes / Applications info and installation

*Supporting Services
1. Knowledge sharing about BB’s recent info and technology
2. Assistance in BB’s recent development and updates
3. Buying/selling guides

I kindly inform you that, I DO NOT sell BlackBerries !!

All I’m here for is just to share my knowledge & information regarding BB so that you can love your BB as much as I love it.

And yes, all of you can participate here in this group by discussing any problems / how to solve it. Let’s see if I can manage to help you through :)

For more detailed and pricing info call +628179877764 (Rizki) or PIN me on BB 241E9CA9

Facebook Group Page

Rizki Nugraha Hamim's Facebook profile


Nokia 9300i Communicator for Lifetime Personal Guarantee

September 7, 2008

During my whole life, I’ve changed my personal mobile phone several times due to development of technology or even caused by damage/lost. :D

Among those phones that I’ve been using for the last decade, I guess the one that really amazed myself was the Nokia 9300i that I still use currently. The thing is, this phone I’m using, despite the physical condition, as in medium-sized, thick, not to mention how it is not in a good shape right now since I bought it 2 years ago, I still love the phone itself. Mainly because, compared to other phones, this Communicator has a feature that I don’t see in many other. That is which, the scheduled SMS feature that would save me quite some time to send particular SMS messages. For instance, birthday message, anniversary message, etc.

All I have to do is just type my message greetings, and put it on a scheduled SMS mode then voila! The phone will automatically store my message in the Outbox and send it on the determined schedule. I don’t have to stay awake until late midnight just to send someone a message saying “Happy birthday” or “Congratulations on your graduation”.

That is mainly the reason while I still keep this phone around my desk and pocket, as it is quite a handy PDA for me and it does have such a reliable organizer feature. Even though I’ve managed to own a BlackBerry 8820 that I bought in US last February, I still think of not selling the Communicator.

More or less, technology is growing rapidly at present time. Do we have to adjust our necessities based on technology? Or should we make sure that technology is keeping up with our necessities?

Blogged with the Flock Browser


Sahur Tanpa Asumsi

September 6, 2008

Akhirnya selain sahur hari pertama dan kedua, sahur hari ini saya sahur dengan makanan rumah yang, menurut saya cukup layak untuk dikatakan as a decent meal. Kenapa? Karena jujur saja, sejak sahur hari ketiga sampai kemarin, saya makan makanan di luar rumah, yang kalaupun dimakan di rumah itupun dengan delivery. (Yaa, nasib anak kost.. hahaha)

Lalu apa yang membuat sahur hari ini begitu menarik untuk saya pribadi? Tidak lain dan tidak bukan karena saya sahur di depan laptop saya, sambil mengisi Facebook dalam rangka berusaha untuk membantah sebuah asumsi yang nyangkut di kepala sepupu saya. Dia berasumsi bahwa saya ada certain kind of feeling dengan seseorang, yang memang harus saya akui beberapa hari terakhir ini komunikasinya cukup intens dengan saya.

Hm. Asumsi, bagi saya sendiri, saya menganggapnya sebagai suatu proses untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang sesuatu hal yang belum tampak jelas di permukaan. Sebagai contoh, katakanlah saat ini saya sedang “rajin-rajinnya” membangun komunikasi dengan seseorang, yang tentu saja hanya saya dan Allah Swt. yang tahu pasti alasan mengapa saya membangun komunikasi dengan orang tersebut. Kemudian tentang bentuk dan proses dalam membangun komunikasi itu sendiri, jelas yang tahu hanya saya dan orang tersebut. Namun, dalam kenyataannya, saya hidup di dunia yang bukan hanya saya dan dia yang menjalankan hidup ini. (Ditambah kalau komunikasi tersebut melibatkan situs sosial seperti Facebook, yang mau tidak mau hampir seluruh network saya maupun dia, bisa melihat dengan jelas segala bentuk komunikasi yang kami lakukan satu sama lain). – damn those mini-feeds

Pada akhirnya, tentu saja network kami dapat melihat secara kasat mata – kalau boleh dibilang hanya di permukaan saja – segala bentuk komunikasi yang kami lakukan, entah itu sekedar saling mengisi wall, saling tukar comment pada photo, dll. Yang jadi masalah adalah, ketika asumsi-asumsi tersebut, tanpa klarafikasi, dianggap sebagai sesuatu yang sudah pasti benar, dimana seharusnya pihak-pihak yang terlibat dalam proses komunikasi tadi diberikan kesempatan untuk menjelaskan hal yang sebenarnya. Seringkali, masalah ini muncul dalam kehidupan kita sehari-hari, yang pada akhirnya juga bisa berpotensi terhadap kemunculan suatu konflik horizontal antar sesama ke permukaan.

“It’s already a complicated world, so don’t add more complications just by believing ONLY to your assumptions. Give someone the opportunity to explain anything he/she wants to explain. In the end, the line between truth and lies is very thin”

Blogged with the Flock Browser

Rizki Nugraha Hamim's Facebook profile


Menunggu.

September 5, 2008

Dari sekian banyak hal yang paling dianggap mengganggu bagi seseorang, mungkin menunggu adalah hal yang paling tidak disukai bagi hampir semua orang. Sebelumnya, perlu saya tekankan bahwa saya bukanlah seorang yang sempurna, yang hampir selalu bisa menepati janjinya tepat waktu dan tidak membiarkan orang lain menunggu. Alasan kenapa hal ini tiba-tiba muncul di kepala saya, lebih dikarenakan hal ini merupakan sesuatu yang umum yang mungkin pernah dirasakan oleh semua orang.

Bagi saya pribadi, menunggu adalah suatu hal yang sering saya rasakan dalam interaksi dengan orang-orang yang ada di sekitar saya, baik keluarga, sahabat, teman atau bahkan orang yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Memang, ada kalanya saya merasa bahwa menunggu bukanlah sesuatu yang buruk sama sekali, karena saya menganggapnya sebagai bagian dari suatu proses untuk mencapai hasil yang saya inginkan. Tapi tentunya, pada lain kesempatan, sebagai manusia biasa yang tidak luput dari berbagai kekurangan, saya bisa sampai pada satu tahapan dimana menunggu bisa jadi sesuatu hal yang menganggu.

Dalam kaitannya dengan suatu pengambilan keputusan, seseorang tentu perlu melakukan analisa-analisa tertentu, dengan harapan bahwa tindakan yang akan ia ambil terkait keputusan tersebut tepat sasaran dan tentunya tidak merugikan orang lain. Menunggu, dalam kaitannya dengan hal ini, adalah sesuatu yang dianggap wajar karena selama proses menunggu tersebut dilakukan, masih ada hal lain yang bisa kita kerjakan sehingga pada akhirnya proses menunggu tersebut tidak kita sadari sudah berjalan dengan sendirinya.

Namun, seringkali kita dihadapkan pada situasi dimana, disaat kita menunggu, tidak ada satupun hal yang dapat kita kerjakan sehingga kita benar-benar harus berkonfrontasi langsung dengan proses menunggu tersebut. Dalam kamus saya, hal seperti inilah yang dapat mengganggu saya secara pribadi, terutama dari segi psikologis. Mengapa? Karena kondisi menunggu yang seperti ini, benar-benar memposisikan kita dalam keadaan idle condition. Yang mana, hal ini bukanlah sesuatu yang membuat nyaman bagi diri saya sendiri maupun bagi orang lain. Karena pada akhirnya, ketika kenyamanan itu hilang dan mempengaruhi mood saya dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, bukannya hasil terbaik yang dapat saya capai, melainkan sebaliknya, pengaruh tersebut bahkan bisa menular sampai ke proses interaksi saya dengan orang lain. Tentunya, hal ini bukanlah sesuatu yang baik, karena saya percaya justru proses interaksi antara saya dengan orang lain, seharusnya didasari oleh goodwill antar sesama, bukannya malah bad mood :)

P.S. Maaf jadi sedikit curhat, tapi yang jelas saya sedang mengalami kondisi yang kedua dari menunggu, seperti yang saya jelaskan diatas. Terutama ketika saya on a tight schedule untuk dapat menyelesaikan skripsi saya, dengan catatan saya harus lulus Oktober nanti. Yang jelas, sampai sekarang skripsi saya masih stuck karena data-data yang saya butuhkan masih saja belum dikirim dari API ditambah dengan pekerjaan finansial dari skripsi saya yang juga belum dapat saya selesaikan. Well, di bulan Ramadhan ini ada baiknya saya sering-sering mengingatkan diri saya sendiri untuk bersabar.