All the thank you’s in the world would never be enough to thank all of you for the wonderful achievement

September 9, 2009

Praise and gratitude the presence of Allah Swt. for any favors, guidance and wisdom which He gave to the author in order to complete this final project in a timely manner.

This final project was undertaken in order to fulfill one of the graduation requirements in the curriculum of School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung. By completing this final project, the author would like to thank:

1. Ir. Leo Aldianto, MBA as the final project advisor for the time and guidance given in the creation of this research.

2. The author’s beloved parents, (late) R. Hamim Penna and especially the author’s mother Steffie Joan H. Penna for the support and praises she has given to the author to finish this research in a timely manner and for being the best mother in the world.

3. The author’s beloved siblings, Firman Schrijver and Maria Agustina also their children Richard, Christa, Ryan and Yobel; Buddy Schrijver and Hamdani V. Soeradinata; Tite Hamim and Tommy Soetomo also their children Radityo, Karina, Rashad, Irfan and Arie for always supporting in many ways to the author.

4. The author’s beloved uncle and aunt, (late) R. Sukarna Achjad and Hj. Tuti Sukarna for her continuous roles and support throughout the years.

5. The author’s beloved cousins, Anna Perdanasari and Emir Faisal also their children Ake and his wife Desi not to mention their amazing children Pazia and Saladin, Medie and his wife Ismi, and Bebe; Meta Endang Haryati and Ronny Roselli also their children Tessa, Anya, Adha and Ikki; Sita Erna Gustini and Chayat Ibrahim also their son Wiby; Maya Satwikayanti and Mauriza Danubrata also their children Ila, Asya and Zaki.

6. Class of 2008 for their continuous support and never ending spirit to work through this final project hand in hand.

7. Colleagues from Satoe Indonesia, especially Adityo Wicaksono, S.Mn, Mandala Widi Muchlis, S.Mn, Siti Ruby Aliya Rajasa, S.Mn, Derry Pramudia, S.Mn, Radeya Pranata, S.Mn, Andina Putri Badri, S.Mn and everyone else within this organization for their support that help the author to finish this final project in a timely manner.

8. People of Papakmanggu, Desa Cibodas and Gambung, Desa Mekarsari both in Kecamatan Cisondari, Kabupaten Bandung, West Java for the love and compassion shared during the author’s 3 years conduction of community development in both villages.

9. The Dago Asri family whom have given the author fully support and kindness within friendship during the author’s 4 years settlement in Bandung.

10. The Vila Duta family whom have given the author fully support and being such wonderful neighbors in Bogor.

11. Everyday People: Anggun, Ryan, Inta, Bram, Agita, Adeng, Dini, Iyang and Krisna for the beautiful friendship within the years of accomplishment of this final project and also support given to the author without hesitation.

12. Tahu Logay 2005 SMA Negeri 1 Bogor family for all the support and lifetime friendship.

13. Special thanks and the utmost respect the author would give to his second cousin Pramadhi Danubrata and Trisana Danubrata also their lovely children Diamanta and Kazanda for all the shared thoughts and family values given to the author.

14. Prayers and gratitude as the author would give and present this final project to his beloved second cousin (late) Rayasari Danubrata also her children (late) Ramada Sugiri and (late) Damara Sugiri for the unconditional love and wisdom shared to the author during their lifetime in the past.

15. Others whom have helped but could not be written one by one.

The author is well aware of the imperfections of this research. Thus, the author is very open towards critics and recommendations that might enhance this research from the readers. The author hopes that this research will be useful for all of us.

Bandung, September 2009

Author

Officially Rizki Nugraha Hamim, S.Mn - 9/9/2009 at 9:29 A.M.

Officially Rizki Nugraha Hamim, S.Mn - 9/9/2009 at 9:29 A.M.


Kondisi Kerusakan Rumah Pintar – Gambung, Ciwidey

September 5, 2009

Gempa 7,3 SR yang terjadi pada Rabu (2/9) sore lalu juga mengakibatkan rusaknya beberapa infrastruktur di Kp. Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Cisondari – Ciwidey, Kab. Bandung.

Salah satu yang terkena dampak dari gempa tersebut adalah Rumah Pintar Gambung yang dikelola oleh Satoe Indonesia, organisasi yang dibentuk oleh mahasiswa/i Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB dan sejak tahun 2006 sudah melakukan berbagai aktifitas pengembangan masyarakat di daerah tersebut selain tentunya mendirikan Rumah Pintar di Kp. Papakmanggu, Desa Cibodas, Kecamatan Cisondari – Ciwidey, Kab. Bandung. Program Rumah Pintar ini sendiri merupakan hasil kerja sama dengan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) yang fokus dalam bidang pendidikan non-formal bagi anak-anak usia dini serta pengembangan bisnis sosial masyarakat dengan tujuan meningkatkan income generate masyarakat di dua daerah tersebut.

Adapun berbagai kerusakan yang dialami oleh Rumah Pintar Gambung dapat dilihat melalui gambar-gambar dibawah ini.

Kondisi atap yang hancur sebagian

Kondisi atap yang hancur sebagian

Bagian pondasi Rumah Pintar yg mengalami kerusakan

Bagian pondasi Rumah Pintar yg mengalami kerusakan

Retak pada kamar mandi Rumah Pintar

Kerusakan pada kamar mandi Rumah Pintar

Unit komputer yang rusak

Unit komputer yang rusak

Rumah Pintar dijadikan pospo perawatan korban luka-luka

Rumah Pintar dijadikan posko perawatan korban

Karena lokasinya yang berdekatan dengan lapangan di Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung, maka Rumah Pintar juga dijadikan tempat penampungan sementara bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal terutama para wanita dan anak-anak.

Bagi teman-teman yang ingin membantu Satoe Indonesia dalam penanganan musibah gempa 7,3 SR di Ciwidey khususnya di Kp. Gambung, Desa Mekarsari, Kec. Cisondari, Kab. Bandung dapat menyalurkan donasinya melalui Rekening Satoe Indonesia BCA 2821530506 a.n. Hanel Topada Era Tania

Sedangkan bagi teman-teman yang ingin memberikan bantuan berupa barang, dapat ditujukan ke alamat dibawah ini.

UP: Satoe Indonesia

Gedung SBM ITB Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132 Indonesia

Dengan demikian bantuan berupa barang dapat dikumpulkan untuk
kemudian disalurkan ke dua lokasi Rumah Pintar yang terkena dampak gempa (Gambung & Papakmanggu) di Ciwidey.

Mekanisme penyaluran bantuan di lapangan, terutama bantuan2 dr Satoe Indonesia – ITB & pihak2 yg bekerjasama (external partnership) dikoordinasikan antara Pengurus Rumah Pintar & aparat pemerintahan desa (berlaku di Gambung & Papakmanggu)

Utk contact person dari Satoe Indonesia – ITB dpt menghubungi:

Audiansha +6285710023355

Nizar +62817876156

Vira +6285722817700


[UPDATE] Bantuan untuk Rumah Pintar di Gambung & Papakmanggu

September 5, 2009

Hari ini Jumat (11/9) saya mendapatkan kabar yang cukup menggembirakan karena berdasarkan keterangan Pak Maman (Koordinator Pengurus Rumah Pintar Gambung), sekitar 80% warga masyarakat yang mengungsi pasca gempa hari Rabu (2/9) lalu sudah mulai kembali ke rumah masing-masing. Adapun warga yang masih tersisa masih menempati posko-posko maupun tenda-tenda yang memang masih berdiri sebagai backup bagi para relawan yang bekerja disana.

Kepada seluruh pihak yang telah membantu Satoe Indonesia dalam rehabilitasi para korban gempa baik di Gambung, Desa Mekarsari maupun Papakmanggu, Desa Cibodas saya mewakili teman-teman di Satoe Indonesia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga amal ibadah serta keikhlasan pihak-pihak yang membantu kami mendapatkan balasan yang melimpah dari Allah Swt. Amien.

Berikut adalah progress bantuan untuk masyarakat Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Cisondari, Kab. Bandung:

UPDATE BANTUAN YANG TELAH DIBERIKAN (11/9)

Selasa (8/9)

  • Makanan-makanan anak (susu, biskuit, sereal, dll.) diserahkan kepada Pengurus Rumah Pintar; makanan-makanan instan (Beras, indomie, dll.) diserahkan langsung ke Posko Desa. Bantuan diberikan oleh Jabar Peduli.
Rabu (9/9)
  • Makanan untuk warga dan anak2 dari BEM Universitas Swasta se-Bandung Raya (Unpas, LPKIA, dll.)
Kamis (10/9)
  • Kunjungan / survey dari Rotary Club
  • Kunjungan / survey dari FK3I (Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia)
  • Kunjungan / survey dari FKG Universitas Padjajaran

Berikut adalah progress bantuan untuk masyarakat Gambung, Desa Mekarsari, Kecamatan Cisondari, Kab. Bandung:

UPDATE BANTUAN YANG TELAH DIBERIKAN (8/9)

Sabtu (5/9)

  • Tenda x 1bh dari Koramil
  • Makanan instan dari SMA/SMEA di Ciwidey
  • Makanan instan + beras dan wajan, teko, dll. dari Advisor Satoe Indonesia
  • Bantuan tenaga medis dari Puskesmas Kecamatan Cisondari (jadwal sampai pkl. 17.00 WIB)

Minggu (6/9)

  • Penggalangan dana di alun-alun Ciwidey oleh Wanareksa dan EO Cemara
  • Pendirian posko oleh mahasiswa/i UNISBA
  • Selimut x 170bh dari [J-TUG] Jakarta Twitter User Group
  • Kunjungan dari Dinas Pendidikan & Kebudayaan Kab. Bandung
  • Bantuan tenaga medis dari Puskesmas Kecamatan Cisondari (jadwal sampai pkl. 17.00 WIB)

Senin (7/9)

  • Bantuan pengobatan dari PT. Indosat tbk
  • Makanan untuk anak-anak dari SMA/SMEA di Ciwidey
UPDATE BANTUAN YANG DIBUTUHKAN (8/9)
  • Pengurus Rumah Pintar Gambung & para relawan yang membantu disana untuk saat ini akan fokus pada pemulihan kondisi anak-anak korban gempa hari Rabu (2/9). Sehingga yang dibutuhkan termasuk diantaranya adalah peralatan edukasi sbg sarana permainan & hiburan bagi anak-anak tersebut.
  • Makanan bagi balita & bayi termasuk diantaranya susu, dll. hal ini dikarenakan jumlah korban balita & bayi secara keseluruhan mencapai 521 jiwa.
  • Logistik / makanan untuk para Pengurus Rumah Pintar Gambung & Pengurus Rumah Pintar Papakmanggu (yang saat ini sudah bergabung dan membantu korban2 di Gambung) serta para relawan individu yang sehari2 melakukan aksi sosial dan memberikan bantuan bagi para korban gempa di Gambung. Jumlah keseluruhan adalah 20 orang.
  • Stok makanan untuk warga masyarakat dewasa dapat di-pending terlebih dahulu, termasuk makanan instan, dll. hal ini dikarenakan stok makanan untuk mereka masih dirasa mencukupi kebutuhan sementara.
  • Bantuan berupa baju-baju bekas belum diprioritaskan apabila dilihat dari kondisi para korban gempa, karena mereka lebih memerlukan selimut, obat-obatan dan tenaga medis di malam hari karena tenaga medis yang ada dari Puskesmas Kecamatan Cisondari hanya standby sampai pukul 17.00 WIB.
Apabila teman-teman ingin langsung membantu, baik berupa barang maupun tenaga dalam hal ini para relawan dan dikirimkan langsung ke Gambung, Desa Mekarsari, Kec. Cisondari, Kab. Bandung, dapat berhubungan langsung dengan PIC di lapangan (Gambung) dengan menghubungi:
  • Pengurus Rumah Pintar Gambung
  1. Sendi (+6285659925807)
  2. Sigit (+6285720537594 / +628978386694)
  • Pengurus Rumah Pintar Papakmanggu
  1. Rohmat (+6281395038808)
Sedangkan bagi teman-teman yang ingin memberikan bantuan melalui Satoe Indonesia berupa barang dapat mengirimkan ke alamat:
  • UP: Satoe Indonesia – Gedung SBM ITB, Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132 Indonesia
Hal ini untuk memudahkan koordinasi pengiriman barang, terutama barang-barang dari luar kota Bandung yang nantinya akan dikumpulkan oleh Pengurus Satoe Indonesia dan dikirimkan ke Gambung. Untuk koordinasi, teman-teman dapat berhubungan langsung dengan para pengurus Satoe Indonesia:
  • Audiansha – President Satoe Indonesia (+6285710023355)
  • Mevira Munindra – VP External Partnership Satoe Indonesia (+6285722817700)
  • Yasmin Rasyid – VP Corporate Communication Satoe Indonesia (+6283890005333)
Bantuan berupa donasi dpt disalurkan melalui nomor rekening Satoe Indonesia: BCA 2821530506 a.n. Hanel Topada Era Tania
Terima kasih,
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Informasi ini kami dapatkan dari pihak Satoe Indonesia yang mengelola Rumah Pintar di dua daerah yang juga terkena dampak gempa

Kondisi di lapangan Gambung & Papakmanggu pasca gempa

Masyarakat Gambung mendirikan tenda

Masyarakat Gambung mendirikan tenda

Rumah warga Gambung yang hancur akibat gempa

Rumah warga Gambung yang hancur akibat gempa

*Lokasi: Kp. Gambung, Desa Mekarsari, Kec. Cisondari, Kab. Bandung – Jawa Barat

- 19 titik penampungan sementara (9 dkt lokasi Rumah Pintar)

- 5.661 jiwa yg mengalami kerugian materiil / non-materiil

- Korban luka2 dr seluruh desa / 13 RW = 9 orang

- Rumah rusak parah 145

- Rumah rusak ringan 396 (sementara)

Bantuan yg dibutuhkan:

- Tenda

- Makanan: makanan bayi, susu bayi, sembako

- Tabung oksigen (byk warga yg shock)

- Obat2an (obat luka terutama)

- Penerangan (lampu sorot, kabel2, senter)

Kerusakan Rumah Pintar (sesuai laporan Pak Maman koor. Pengurus)

- Genteng sktr 30 bh pecah

- Komputer 1 unit

- Tiang bangunan (kayu) retak

- Pondasi beton rusak

- Kamar mandi dindingnya retak & pintunya rusak

*Lokasi: Kp. Papakmanggu, Desa Cibodas, Kec. Cisondari, Kab. Bandung – Jawa Barat

- 5 titik penampungan sementara yg dekat lokasi Rumah Pintar

- Rumah rusak berat & ringan (overall) ada 15 yg dekat lokasi Rumah Pintar

- data2 lainnya menyusul nanti pagi, secara umum kerusakan & kerugian lebih minim dibanding Gambung

Bantuan yg dibutuhkan:

- Tenda

- Makanan (sembako)

- Obat2an (obat luka terutama)

- Penerangan (lampu sorot, kabel, senter)

Kerusakan Rumah Pintar (sesuai laporan Pak Rohmat koor. Pengurus)

- tidak ada

*Mekanisme penyaluran bantuan di lapangan, terutama bantuan2 dr Satoe Indonesia – ITB & pihak2 yg bekerjasama (external partnership) dikoordinasikan antara Pengurus Rumah Pintar & aparat pemerintahan desa (berlaku di Gambung & Papakmanggu)

*Bantuan berupa donasi dpt disalurkan melalui nomor rekening Satoe Indonesia: BCA 2821530506 a.n. Hanel Topada Era Tania

*Utk contact person dari Satoe Indonesia – ITB dpt menghubungi:

Audiansha +6285710023355

Nizar +62817876156

++++++++++++++

Bantuan yg sdh diberikan utk Gambung & Papakmanggu sejauh ini

*Lokasi Gambung

- Satoe Indonesia:

4 dus indomie, beras 5 kg, 20 kaleng sarden, abon sapi 14 bh

- Koramil:

Tenda pleton

*Lokasi Papakmanggu

- Satoe Indonesia:

2 dus indomie, beras 5 kg, 20 kaleng sarden, abon sapi 14 bh

Sejauh ini hal2 diatas adalah bantuan yg kami ketahui atau baru dapat diinventarisir. Apabila melihat daftar kebutuhan di daftar kondisi yg saya sampaikan sebelumnya, jelas bahwa bantuan kepada masyarakat masih minim.

View Original Article

Bagi yg juga ingin membantu Satoe Indonesia berupa barang dapat dikirimkan ke alamat dibawah ini.

UP: Satoe Indonesia

Gedung SBM ITB Jl. Ganesha No. 10 Bandung 40132 Indonesia

Dengan demikian bantuan berupa barang dapat dikumpulkan untuk
kemudian disalurkan ke dua lokasi (Gambung & Papakmanggu) di
Ciwidey.

Atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

UPDATE BANTUAN YG TELAH DIBERIKAN (4/9):

- Jakarta Twitter User Group (J-TUG):

Tenda 2 bh

- Satoe Indonesia:

Tambahan makanan2 instan

- Koramil:

1 Tanki air bersih

- Pemkab Bandung:

10 tenda terpal (tentatif menunggu keputusan Bupati)

UPDATE BANTUAN YG DIBUTUHKAN (4/9):

- Obat-obatan (Flu, batuk, rematik & penyakit2 pasca bencana)

- Tenaga medis

- Selimut / sarung

- Makanan bayi & susu bayi


Personal Mission Statement

February 25, 2009

I was checking out my old files on my external hard-disk when suddenly I found this personal mission statement. It was made as a part of my own presentation during my campaign running for presidency of Satoe Indonesia Organization 2007-2008 period.

I will – be a very optimistic person no matter what situation I’m involved into
I will – always be proud of my mother and try to give all the best out of me for her
I will – remember my father as my missing stone in my life
I will – try to do things as hard as I could, performing super plan to gain super result
I will – be memorized by people as someone that brings joy and happiness to others
I will – conduct every actions in my life under God’s will
I will – run my life, staying alive in this one and only chance being able to living life with its dynamic process
I will – spread my kindness to others in need
I will – try to understand people in order for them to understand myself
I will – try to conduct my life at my best effort in order to be a meaningful person
I will – always keep in my top priority that pursuing a meaningful life is more important than happiness
I will – try being honest at all cost in every condition in life
I will – try to build trust among people around me
I will – maximize my effort to achieve the perfectness in life although there’s no such thing as perfectness itself, at least at my best

You should also try making one personal mission statement, using Franklin Covey’s Mission Statement Builder

Comments are welcome as a respond to this post I’ve created. Thanks.